Categories
Obat Herbal Terapi

Nutrasetikal: Metode Baru Pengobatan & Terapi Penyakit Kronis

 

Tokokun.com – Nutrasetikal digadang-gadang sebagai metode pengobatan herbal modern berkat penelitian sains berkelanjutan oleh ilmuwan. Konsumsi nutrasetikal mampu mempercepat proses kesembuhan pasien penyakit kronis.

Masyarakat Indonesia mengenal tanaman herbal dan obat tradisional dengan baik. Pasalnya, Indonesia diberkahi dengan berbagai tumbuhan untuk kesehatan.

Semakin majunya ilmu pengetahuan dan sains modern, banyak penelitian dan uji laboratorium dilakukan untuk menegaskan manfaat tanaman herbal terhadap kesehatan.

Hasilnya, beberapa makanan yang dikonsumsi sehari-hari ternyata mampu mempercepat proses penyembuhan pasien penyakit kronis.

Penyakit jantung, diabetes, hipertensi, kanker, dan stroke adalah sebagian penyakit kronis yang bisa diatasi dengan nutrasetikal.

Apa Itu Nutrasetikal?

Nutrasetikal berasal dari kata nutrisi dan farmasetikal. Kata ini berasal dari bahasa Inggris “nutraceuticals” yang diambil dari kata “nutrition” dan “pharmaceuticals”.

Nutrasetikal adalah istilah umum yang digunakan untuk menyebut produk dengan bahan dasar makanan yang memiliki manfaat kesehatan ekstra disamping pemenuhan nutrisi harian.

Menurut ahli kesehatan, nutrasetikal mengandung zat tertentu dalam jumlah tertentu dan diformulasikan agar tubuh memberikan respon fisiologis dalam tubuh.

Konsumsi nutrasetikal umumnya untuk mencegah penyakit, membantu mempercepat proses penyembuhan penyakit kronis, atau meningkatkan kesehatan.

Produk nutrasetikal sudah umum digunakan sebagai obat pendamping terapi untuk mempercepat penyembuhan pasien penyakit kronis.

Filosofi nutrasetikal adalah pepatah yang disampaikan oleh Hippocrates, “Jadikan makanan sebagai obat Anda.”

Peran nutrasetikal dalam pemenuhan gizi tubuh manusia tengah menjalani kajian mendalam oleh pakar kesehatan dan ilmuwan dari seluruh dunia.

Ringkasan: Nutrasetikal adalah produk yang mengandung zat tertentu dalam konsentrasi tinggi yang diambil dari sumber alami seperti makanan atau tanaman.

Kategori Nutrasetikal

Definisi nutrasetikal dan produk terkait umumnya sesuai dengan sumber yang diambil.

Kebanyakan produk nutrasetikal termasuk dalam kategori obat herbal dan suplemen yang berasal dari tanaman, buah-buahan, sayur, atau ekstrak hewani.

Menurut Rajesh K. Kesharwani, nutrasetikal terbagi dalam 7 kategori menurut kandungannya, yaitu:

  1. Isoprena
  2. Felonik
  3. Asam lemak dan struktur lipid
  4. Karbohidrat
  5. Asam amino
  6. Mikroba
  7. Mineral.

Ketujuh kandungan nutrasetikal tersebut diperlukan oleh tubuh manusia.

Jumlah kadarnya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Pemenuhian nutrisi tubuh dengan nutrasetikal diharapkan mampu:

  • mencegah penyakit kronis,
  • meringankan proses terapi pasien, dan
  • mempercepat pemulihan.

Ketika efektivitas pengobatan meningkat, pasien semakin optimis untuk menjalani terapi dengan dukungan herbal nutrasetikal.

Hasilnya, pasien memiliki harapan tinggi dan kualitas hidup meningkat.

Ringkasan

Nutrasetikal terdiri dari berbagai macam kategori sesuai dengan jenis nutrisi yang diperlukan oleh manusia.

Produk nutrasetikal bisa menggabungkan beberapa nutrisi tersebut untuk mengatasi satu atau beberapa penyakit yang saling berkaitan.

Cara Kerja Produk Nutrasetikal

Cara Kerja Herbal Nutrasetikal
Bagaimana cara kerja obat herbal nutrasetikal? Nutrasetikal berasal dari bahan-bahan alami yang disentuh dengan teknologi pengolahan pangan terstandar sehingga mengadirkan khasiata dan manfaat nyata bagi tubuh. (Foto Ilustrasi)

Nutrasetikal adalah bahan aktif yang secara otomatis bekerja dalam tubuh.

Namun, konsumsi dengan bahan lain bisa membuat kinerja nutrasetikal lebih efektif.

Misalnya saja Anda mengonsumsi beberapa jenis obat herbal untuk meningkatkan produksi esterogen.

Maka Anda sebaiknya mengonsumsi vitamin dan mineral untuk memperlancar jalannya esterogen dalam tubuh.

Dengan cara ini, Anda mendapat respons sinergis dengan mengonsumsi satu produk nutrasetikal tersebut.

Ringkasan

Produk nutrasetikal mendorong tubuh untuk memperbaiki sistem dan fungsi tubuh secara mandiri.

Hasilnya, tubuh bisa mengatur fungsi kembali seperti normal.

Perbedaan Nutrasetikal dan Suplemen Herbal

Beda obat nutrasetikal dan obat herbal
Beda nutrasetikal dan obat herbal hanya terletak pada proses produksi dan tentu saja khasiatnya. (Foto Ilustrasi)

Nutrasetikal dijual bebas di pasaran. Nutrasetikal mirip dengan obat atau suplemen herbal yang bisa Anda peroleh tanpa perlu resep dokter.

Anda bisa mendapatkan rekomendasi nutrasetikal dari ahli gizi maupun dokter medis.

Nutrasetikal umumnya mengandung zat tertentu dalam lebih konsentrasi tinggi daripada obat herbal.

Jika Anda atau kerabat memiliki penyakit kronis dan ingin mengonsumsi nutrasetikal, Anda mungkin ingin berkonsultasi dengan dokter.

Konsultasi penting dilakukan sebelum Anda memutuskan untuk mengonsumsi nutrasetikal untuk mempercepat terapi.

Pasalnya, jika Anda memiliki penyakit kronis dan tengah mengonsumsi obat-obatan terapi, nutrasetikal bisa memengaruhi efektivitas obat-obatan tersebut.

Konsultasi dengan dokter akan membantu Anda memilihkan produk nutrasetikal yang bisa mendorong efektivitas obat medis, bukan menurunkan.

Nutrasetikal memberikan hasil signifikan dan efeknya luar biasa untuk kesehatan. Oleh sebab itulah, Anda perlu memperhatikan nutrasetikal yang Anda pilih.

Jika Anda tidak tahu nutrasetikal seperti apa yang Anda konsumsi dan Anda juga mengonsumsi obat lain yang diresepkan dokter dalam waktu bersamaan, hal ini bisa memicu efek negatif.

Secara umum, nutrasetikal aman dikonsumsi selama Anda mengikuti dosis yang disarankan sebagai upaya pencegahan penyakit kronis.

Ringkasan

Nutrasetikal memiliki dampak kuat untuk kesehatan tubuh karena konsentrasi zat lebih tinggi daripada obat herbal.

Maka, Anda dituntut untuk mengetahui interaksi nutrasetikal dengan obat yang Anda konsumsi.

Jika Anda tidak mengonsumsi obat-obatan apa pun, secara garis besar, nutrasetikal aman dikonsumsi.

Contoh Makanan Sumber Nutrasetikal

Contoh makanan nutrasetikal
Contoh makanan yang mengandung nutrasetikal kalau sudah diolah dengan standar pengolahan makanan. (Foto Ilustrasi)

Makanan yang dijadikan sumber nutrasetikal umumnya disebut sebagai “superfoods” atau makanan super.

Alasannya, makanan ini mengandung berbagai variasi nutrisi dan memiliki manfaat kesehatan.

Superfoods mampu mengurangi risiko penyakit dan meningkatkan vitalitas tubuh.

Memang, sebagian besar makanan memiliki kandungan nutrisi, vitamin, dan mineral. Namun, beberapa jenis makanan memiliki manfaat lebih di atas rata-rata.

Superfoods mampu mengatasi obesitas, diabetes, kolesterol tinggi, dan hipertensi.

Keempat masalah kesehatan ini umumnya menjadi faktor penyebab penyakit kronis seperti penyakit jantung koroner dan stroke.

Berikut ini adalah sebagian daftar makanan yang masuk dalam kategori superfoods:

#1. Buah Beri (Berries)

Nutrasetikal umumnya menggunakan buah beri seperti acaiberry dan gojiberry.

Namun, Anda bisa menemukan nutrasetikal yang mengandung ekstrak blueberry, balckberry, raspberry, hingga strawberry.

#2. Ikan

Ikan memiliki protein tinggi dan asam lemak omega-3 yang efektif mencegah penyakit jantung.

#3. Sayuran Hijau

Bayam, brokoli, seledri, dan daun salam adalah sebagian kecil superfoods nutrasetikal yang mengandung vitamin dan mineral tinggi.

#4. Kacang-kacangan dan Polong-polongan

Kacang tanah, kacang merah, kacang arab, dan lentil memiliki kandungan fiber, folat, dan protein nabati yang mampu mengurangi risiko serangan jantung.

Cara Memperoleh Nutrasetikal untuk Pencegahan dan Terapi Penyakit Kronis

Di Indonesia, Anda bisa memperoleh nutrasetikal dengan bebas. Anda juga tidak memerlukan resep dokter untuk memberi herbal nutrasetikal.

Selama Anda mengikuti dosis dan cara konsumsi yang dianjurkan, Anda bisa mengonsumsi nutrasetikal dengan tenang.

Baca juga: Obat Jantung Bengkak Herbal Termutakhir

UniHealth menyediakan teknologi pengolahan produk-produk nutrasetikal yang berkhasiat nyata untuk pencegahan penyakit dan pengobatan jangka pendek maupun panjang. Melalui tokokun.com produk-produk herbal standar farmasi ini dipasarkan secara online.

Konsumsi produk nutrasetikal dari UniHealth bagi pasien penyakit kronis bertujuan untuk:

  • mengembalikan sel tubuh yang rusak akibat penyakit,
  • mengurangi inflamasi tubuh penyebab penyakit,
  • mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan,
  • meningkatkan suasana hati sehingga pasien lebih semangat menjalani pengobatan, dan
  • mendorong efektivitas pengobatan medis.

Sedangkan untuk pencegahan, produk nutrasetikal UniHealth mampu:

  • memperbaiki sel tubuh yang rusak akibat radikal bebas,
  • menurunkan risiko jantung koroner, menurunkan risiko stroke,
  • menurunkan risiko diabetes, mencegah diabetes bagi pasien pra-diabetes, dan
  • meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan mikroba, bakteri, dan virus.

Kalau Anda ingin mengonsumsi nutrasetikal, silakan kunjungi halaman belanja di Tokokun.

Categories
Produk Herbal Stroke

Herbal Stroke: 25 Bahan Nutrasetikal Pencegah dan Terapi

Konsumsi herbal stroke ditujukan sebagai obat alternatif pelengkap dan pendukung terapi selain penggunaan obat medis. Konsumsi suplemen herbal untuk stroke dapat meningkatkan kualitas hidup.

Stroke termasuk penyakit berbahaya yang perlu penanganan segera dan gawat darurat. Jika tidak ditangani, kerusakan otak dapat terjadi dan menyebabkan kelumpuhan hingga kematian.

Penyebab stroke adalah pembuluh darah di otak pecah atau tersumbat. 

Stroke terjadi ketika otak tidak mendapat asupan darah sehingga sel otak tidak memperoleh oksigen dan nutrisi yang diperlukan dari darah.

Sel otak yang tidak mendapat asupan oksigen dan nutrisi dalam beberapa menit dapat menyebabkan kerusakan otak permanen, kelumpuhan, hingga kematian.

Oleh sebab itulah, gejala awal stroke harus diidentifikasi sedini mungkin untuk menghindari komplikasi.

Gejala stroke meliputi:

  • Mati rasa atau salah satu sisi bagian tubuh merasa lemas
  • Kesulitan menelan makanan
  • Pandangan kabur pada salah satu atau kedua mata
  • Sakit kepala hebat tanpa sebab
  • Mengalami kesulitan berjalan
  • Kurang keseimbangan
  • Pusing
  • Sulit berbicara atau memahami lawan bicara
  • Mual dan  muntah
  • Penurunan kesadaran

Faktor Peningkat Risiko Stroke

Pada beberapa orang, risiko stroke bisa meningkat. Berikut ini adalah faktor yang meningkatkan risiko stroke pada seseorang:

  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes
  • Penyakit jantung
  • Merokok
  • Riwayat TIA dalam keluarga
  • Usia
  • Konsumsi alkohol dan NAPZA
  • Kolesterol tinggi
  • Gaya hidup kurang aktif
  • Obesitas
  • Pola makan tidak sehat

Herbal Stroke Nutrasetikal sebagai Terapi Pendamping

Pengobatan nutrasetikal untuk terapi pendamping stroke
Pengobatan nutrasetikal untuk terapi pendamping stroke.

Tanaman obat dan herbal alternatif umum digunakan sebagai suplemen pencegah serta pengobatan stroke.

Salah satu produk obat alternatif yang umum dikonsumsi adalah produk nutrasetikal.

Produk ini berasal dari ekstrak tanaman yang terbukti secara ilmiah memiliki manfaat untuk penyembuhan pasien stroke dan mengurangi risiko terkena stroke.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan selama 50 tahun di India, mengurangi faktor risiko stroke termasuk upaya pencegahan terbaik.

Meskipun obat herbal terbukti memiliki manfaat kesehatan bagi pasien stroke, penggunaan herbal nutrasetikal tidak bisa menggantikan penanganan gawat darurat stroke.

Tindakan medis tetap diperlukan bagi pasien stroke yang mengalami serangan. Selain itu, pasien stroke tetap harus mengonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter.

Keberadaan herbal nutrasetikal tidak bisa menggantikan obat medis untuk stroke. Namun, obat herbal bisa meningkatkan kualitas hidup pasien, mengurangi tingkat depresi, dan meringankan stres.

Vitamin & Nutrisi Penting untuk Stroke

Herbal Stroke Nutrasetikal
Herbal stroke nutrasetikal.

Sayangnya, belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa konsumsi vitamin dan nutrisi tertentu mampu mencegah stroke secara langsung.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi vitamin dan nutrisi di bawah ini mampu mengurangi risiko stroke dan mempercepat penyembuhan:

#1. Asam Folat

Penelitian yang diterbitkan secara online dalam Journal of the American College of Cardiology menunjukkan bahwa asam folat dapat mengurangi risiko serangan stroke pertama.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pasien yang mengonsumsi suplemen asam folat berisiko lebih rendah untuk terkena stroke. Risiko tersebut menurun hingga 21% pada orang dewasa.

Makanan tinggi asam folat antara lain:

  • Polong-polongan
  • Telur
  • Sayuran hijau
  • Jeruk
  • Kubis
  • Brokoli 

#2. Vitamin B-6 

Selain asam folat, suplemen vitamin B6 dan B12 mampu menurunkan risiko stroke hingga 10% menurut penelitian ini.

Makanan kaya vitamin B6 antara lain:

  • Susu
  • Keju
  • Seafood (ikan salmon, ikan tuna)
  • Telur
  • Hati sapi
  • Dada ayam tanpa lemak

Makanan kaya vitamin B12 adalah:

  • Seafood (kerang, kepiting, ikan sarden, ikan salmon, dan ikan tuna)
  • Daging sapi
  • Susu
  • Yoghurt
  • Telur
  • Daging ayam

#3. Magnesium

Mengonsumsi makanan yang kaya akan magnesium mampu mengurangi risiko terkena stroke. 

Dilansir dari Web MD, penelitian penunjukkan bahwa setiap konsumsi 100 miligram magnesium per hari mampu menurunkan risiko stroke sebesar 8%.

Berikut ini adalah makanan kaya magnesium:

  • Cokelat hitam
  • Pisang
  • Tahu dan tempe
  • Kacang-kacangan
  • Sayuran hijau (bayam, brokoli)
  • Alpukat 

#4. Betain

Penelitian menunjukkan bahwa asam amino betain mampu menurunkan kadar homocysteine. Kadar homocysteine tinggi erat kaitannya dengan peningkatan risiko stroke.

Makanan dengan kandungan betain tinggi:

  • Bayam
  • Udang
  • Roti gandum
  • Biji gandum utuh
  • Daging domba
  • Telur 

#5. Vitamin C

Mengonsumsi makanan kaya kandungan vitamin C dapat menurunkan risiko serangan stroke hemoragik, dilansir dari Medical News Today..

Stroke hemoragik adalah jenis stroke yang jarang terjadi namun mematikan. Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan memenuhi otak.

Vitamin C mampu mengurangi risiko stroke hemoragik dengan mengurangi tekanan darah, dan membantu pembentukan kolagen.

Makanan kaya vitamin C antara lain:

  • Jeruk
  • Stroberi
  • Pepaya
  • Brokoli
  • Bayam
  • Cabai

#6. Vitamin D

Hanya sedikit kasus kekurangan vitamin D yang berakhir dengan serangan stroke. Ini menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D tidak meningkatkan risiko stroke secara langsung.

Namun, vitamin D dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular dan memperlancar peredaran darah, terutama pada orang-orang dengan tekanan darah tinggi.

Makanan kaya vitamin D adalah:

  • Seafood (ikan salmon, ikan sarden, ikan hering, ikan tuna)
  • Minyak hati ikan kod
  • Kuning telur
  • Kamur
  • Susu sapi
  • Susu kedelai

#7. Vitamin E

Mengonsumsi suplemen herbal atau makanan yang mengandung vitamin E mampu mengurangi risiko serangan stroke iskemik.

Namun, penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi vitamin C juga meningkatkan risiko serangan stroke hemoragik.

Konsumsi suplemen herbal vitamin E untuk pasien stroke sebaiknya di bawah pengawasan dokter.

Makanan kaya vitamin E antara lain:

  • Biji bunga matahari
  • Kacang almond
  • Buah sawo besar
  • Kacang pinus
  • Kacang tanah
  • Minyak biji gandum

#8. Asam Lemak Omega-3

Asam lemak omega-3 memiliki banyak nutrisi tinggi. Mengonsumsi suplemen omega-3 mengurangi risiko stroke dan serangan jantung secara signifikan.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi omega-3 mampu mengurangi pembekuan darah dalam arteri. 

Tetapi, konsumsi asam lemak omega-3 secara berlebihan mampu meningkatkan risiko serangan stroke hemoragik menurut pembahasan ini.

Makanan kaya kandungan asam lemak omega-3:

  • Seafood (ikan mackerel, ikan salmon, ikan herring)
  • Tiram
  • Ikan sarden
  • Ikan teri
  • Kaviar
  • Biji rami / flaxseed

25 Bahan Herbal Nutrasetikal untuk Stroke

Obat Herbal Stroke
Obat herbal stroke terbaik untuk pendamping terapi.

Dokter umumnya akan meresepkan obat untuk menurunkan kolesterol dan menyarankan pasien untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

Konsumsi suplemen herbal dan tanaman kesehatan tidak dilarang selama tidak bertentangan dengan aturan medis dan dikonsumsi sesuai batas dosis yang disarankan.

Berikut ini adalah 25 herbal nutrasetikal untuk mencegah dan meringankan stroke:

#1. Teh Hitam

Mengonsumsi 3 cangkir teh hitam dapat mengurangi risiko dengan signifikan menurut penelitian yang dilakukan oleh University of California, Los Angeles (UCLA).

#2. Teh Hijau

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal American Heart Association menyatakan bahwa mengonsumsi 7 cangkir teh hijau dapat menurunkan risiko stroke dan kematian.

#3. Buah Delima

Buah delima mampu mengurangi risiko stroke dan serangan jantung dengan cara mencegah aterosklerosis atau pengerasan arteri.

Mengonsumsi buah delima dengan kurma juga mampu menurunkan kadar kolesterol jahat atau kolesterol LDL.

#4. Ginkgo Biloba

Ginkgo Biloba bermanfaat untuk fungsi kognitif setelah terkena serangan stroke iskemik jika digunakan bersamaan dengan aspirin.

Suplemen herbal dengan kandungan Ginkgo Biloba mampu meningkatkan kualitas hidup pasien stroke iskemik jika dibarengi dengan pengobatan aspirin.

#5. Ginseng India

Ginseng India atau dikenal juga dengan nama ashwagandha adalah herbal nutrasetikal yang mengandung zat antioksidan untuk mencegah stroke dan meningkatkan kualitas hidup setelah terkena stroke.

#6. Bilberry

Bilberry dapat digunakan sebagai herbal stroke karena mampu meningkatkan kadar kolesterol baik dan menurunkan gula darah.

#7. Bawang putih

Bawang putih termasuk herbal nutrasetikal ampuh untuk stroke karena mampu mencegah pembekuan darah dan menghancurkan plak yang menempel pada dinding pembuluh darah yang menjadi penyebab stroke.

#8. Ginseng Asia

Ginseng Asia populer sebagai obat herbal di Cina karena mampu meningkatkan kualitas memori setelah pasien terkena serangan stroke pertama.

#9. Daun Pegagan

Daun pegagan atau disebut juga Gotu Kola (Centella Asiatica) adalah tanaman herbal obat yang digunakan untuk perawatan dan pencegahan stroke.

Konsumsi daun pegagan mampu meningkatkan fungsi kognitif otak pada orang yang sudah terkena stroke.

#10. Kunyit

Sering digunakan sebagai bumbu masakan, kunyit ternyata masuk dalam golongan herbal nutrasetikal untuk mengatasi dan mencegah stroke.

Konsumsi kunyit sebagai bumbu masak mampu menurunkan kadar kolesterol dan mencegah penyumbatan arteri.

#11. Alpukat

Alpukat mengandung lemak baik untuk meningkatkan kolesterol baik atau kolesterol HDL. 

Mengonsumsi alpukat dapat menurunkan kadar kolesterol jahat yang menjadi penyebab penyumbatan pembuluh darah.

#12. Kentang

Kentang mengandung kalium tinggi untuk menjaga tekanan darah agar tetap normal. Kalium mendorong vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah.

Mengonsumsi kentang dapat menurunkan tekanan darah secara alami karena kandungan kalium, kalsium, dan magnesium dalam kentang.

#13. Ubi jalar

Ubi jalar mengandung antioksidan tinggi untuk mencegah penumpukan plak pada dinding arteri yang dapat menyebabkan penyumbatan.

Konsumsi kalium tinggi mampu menurunkan risiko kematian termasuk stroke hingga 20%.

#14. Kacang Mede

Salah satu sumber magnesium terbaik adalah kacang mede. Asupan magnesium tinggi mampu menurunkan risiko stroke dengan mengatur kontraksi otot dan menjaga ritme jantung.

#15. Kacang Kenari

Kacang kenari mengandung lemak tak jenuh dan asam omega-3 yang mampu memulihkan inflamasi. Asam lemak omega-3 mampu menjaga tekanan darah dan kolesterol dalam kadar normal.

#16. Oatmeal

Oatmeal gandum utuh mampu menurunkan kadar kolesterol jahat LDL yang menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah otak.

Kolesterol tinggi meningkatkan risiko stroke iskemik, yaitu jenis stroke paling umum. Konsumsi oatmeal dapat menjaga kadar kolesterol dalam level aman.

#17. Biji Rami / Flaxseed

Sumber asam lemak omega-3 nabati berasal dari biji rami. Berdasarkan penelitian, mengonsumsi asam lemak omega-3 selama 8 minggu dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan dan menurunkan risiko stroke.

#18. Biji Labu

Biji labu mengandung magnesium tinggi, protein, kalium, dan lemak tak jenuh. Selain itu, biji labu juga mengandung antioksidan yang mampu mengurangi peradangan.

Hasilnya, biji labu mengurangi risiko stroke, penyakit jantung, dan kanker.

Selain itu, biji labu juga mampu menyeimbangkan gula darah dan mengurangi komplikasi akibat diabetes.

#19. Bayam

Bayam mengandung beta-karoten, vitamin K, asam folat, kalsium, dan zat besi. Dengan kandungan serat tinggi, bayam mampu menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.

#20. Pisang

Pisang kaya akan kandungan kalium. Semakin banyak konsumsi kalium, semakin rendah pula risiko seseorang terkena stroke. 

Anda bisa mengonsumsi pisang hijau untuk mengurangi tekanan darah dan mencegah hipertensi.

#21. Jambu Biji

Jambu biji mengandung likopen yang termasuk dalam fitonutrien karotenoid. Artinya, jambu biji mengandung antioksidan yang mampu mengurangi risiko stroke.

Analisa yang diterbitkan dalam Neurology mengemukakan bahwa pria berusia 46 sampai 65 memiliki risiko stroke lebih rendah karena memiliki konsentrasi likopen tinggi.

#22. Semangka

Semangka juga mengandung likopen tinggi. Menurut American Journal of Hypertension, orang-orang yang mengalami prehipertensi dan mengonsumsi semangka menunjukkan penurunan tekanan darah.

#23. Cokelat Hitam / Kakao

Kandungan kakao dalam cokelat hitam mampu menurunkan risiko stroke. Namun, Anda disarankan untuk mengonsumsi kakao dalam jumlah sedang untuk mendapatkan manfaat kesehatan maksimal.

#24. Susu, Keju, dan Yoghurt

Produk susu, keju, dan olahannya mengandung kalsium, kalium, protein, dan vitamin D yang mampu menjaga kesehatan, memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian, serta menjauhkan Anda dari serangan stroke.

#25. Minyak Zaitun

Mengganti minyak tumisan dengan minyak zaitun mampu menjaga kesehatan pembuluh darah karena mengandung asam lemak tak jenuh.

Anda bisa mengganti konsumsi minyak harian dengan minyak zaitun maupun menggunakan minyak ini sebagai salad dressing.

Nutrasetikal Herbal untuk Stroke

Nutrasetikal untuk stroke
Nutrasetikal untuk stroke.

Mengonsumsi makanan bergizi dan mengadopsi gaya hidup aktif dapat mengurangi risiko penyakit secara signifikan.

Mereka yang sudah pernah mengalami serangan stroke disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat dan mengurangi konsumsi alkohol, rokok, dan berusaha untuk bergerak aktif setidaknya 30 menit sehari.

Untuk meningkatkan kualitas hidup pasien stroke, dokter mungkin menyarankan pengobatan medis dan pengobatan alternatif herbal sebagai pendamping terapi.

Salah satu obat herbal terbaik untuk pasien stroke adalah herbal nutrasetikal.

Berasal dari bahasa Inggris nutraceuticals yang terdiri dari dua kata yaitu “nutritional” dan “pharmaceutical”, istilah ini populer dalam dunia medis untuk menunjuk makanan bernutrisi tinggi.

Bahan makanan nutrasetikal berasal dari bahan alami dengan kandungan nutrisi tinggi dan terbukti secara ilmiah memiliki manfaat untuk kesehatan dan pengobatan.

Nutrasetikal disebut sebagai era baru pengobatan medis dan mampu meningkatkan kondisi pasien penyakit kronis agar terapi yang dijalani lebih maksimal.

Obat nutrasetikal termasuk obat bebas yang dijual di pasaran dan tidak memerlukan resep dokter.

Anda bisa memperoleh herbal nutrasetikal untuk perawatan stroke di Tokokun.com.

Tokokun menyediakan produk herbal nutrasetikal yang dipasarkan secara online sebagai mitra resmi dari UniHealth, perusahaan yang bergerak di bidang herbal nutrasetikal dan memiliki produk yang cepat terjual habis.

Setiap produk yang ditawarkan oleh Tokokun mitra UniHealth telah melalui uji klinis terkait manfaat kesehatan dan telah lulus sertifikasi BPOM serta halal MUI.

Anda bisa dengan bebas menggunakan herbal nutrasetikal sebagai suplemen pencegahan penyakit stroke maupun perawatan pasien stroke iskemik dan hemoragik.

Jika Anda mengonsumsi obat lain dan ingin mengonsumsi herbal nutrasetikal, Anda bisa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan bahwa herbal yang Anda konsumsi tidak menimbulkan interaksi negatif dengan obat medis dari dokter.

Jika Anda tertarik untuk mencegah dan mengatasi stroke dengan herbal nutrasetikal, Anda bisa mendapatkan langsung di Tokokun.

Categories
Herbal Nutrasetikal HIV Aids

Herbal HIV/AIDS: 8 Suplemen Alami Pendukung Terapi ODHA

Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) bisa mengonsumsi herbal nutrasetikal dari tanaman sebagai pengobatan alternatif. Kombinasi terapi herbal dengan pengobatan medis mampu meningkatkan kesehatan penderita.

Suplemen herbal dan pengobatan alternatif bisa Anda peroleh dengan mudah dan bebas dikonsumsi.

Namun, penggunaan obat herbal nutrasetikal untuk terapi HIV/AIDS sebaiknya tetap di bawah pengawasan atau saran dokter.

Bukti ilmiah menyebutkan bahwa konsumsi obat herbal nutrasetikal dapat meningkatkan kondisi pasien HIV/AIDS. Namun, tidak ada studi maupun penelitian yang menyebutkan bahwa HIV/AIDS dapat disembuhkan.

Meskipun penggunaan obat herbal nutrasetikal untuk HIV/AIDS tidak dilarang dan cenderung bebas, Anda tetap diminta berhati-hati.

Pasalnya, obat alami herbal bukan berarti obat tersebut aman dikonsumsi bersamaan dengan obat medis yang Anda terima dari dokter.

Beberapa obat-obatan herbal untuk HIV/AIDS bisa menimbulkan komplikasi jika dikonsumsi berbarengan dengan obat-obatan medis.

Orang dengan HIV/AIDS sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat-obatan herbal jenis apa pun.

Penyebab HIV/Aids

Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) adalah penyakit kronis yang berpotensi membahayakan nyawa. Penyakit ini disebabkan oleh human immunodeficiency virus (HIV).

HIV/Aids melemahkan sistem imun sehingga tubuh tidak bisa melawan infeksi dan penyakit.

HIV termasuk dalam kategori penyakit menular seksual dan bisa disebarkan melalui: kontak dengan darah yang terinfeksi antara orang tua dan anak selama proses kehamilan, kelahiran, atau menyusui.

Jika tidak diobati, HIV akan berakhir dengan AIDS dalam beberapa tahun.

Hingga hari ini, belum ditemukan obat untuk menyembuhkan HIV/AIDS secara total. Namun, penggunaan obat-obatan medis maupun herbal nutrasetikal dapat memperlambat pertumbuhan virus.

Penggunaan obat-obatan dan perawatan medis berhasil menurunkan tingkat kematian akibat HIV/AIDS di berbagai negara berkembang menurut Mayo Clinic.

Gejala dan Diagnosa Penyakit HIV

Gejala penyakit HIV dan AIDS bervariasi tergantung seberapa parah infeksi yang terjadi. Beberapa orang mengalami gejala infeksi primer atau HIV akut dan mengalami gejala influenza.

Gejala ini muncul 2 sampai 4 minggu setelah virus menginfeksi tubuh.

Beberapa gejala yang muncul, antara lain:

  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Ruam merah
  • Nyeri otot dan sendi
  • Tenggorokkan kering
  • Kelenjar limpa membengkak, terutama di bagian leher
  • Diare
  • Batuk
  • Berat badan menurun
  • Keringat dingin

Namun, gejala-gejala di atas tidak bisa dijadikan acuan dalam mendiagnosa penyakit HIV/AIDS dalam tubuh pasien. 

Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang terkena HIV adalah dengan tes darah.

Kunjungi fasilitas kesehatan atau laboratorium terdekat dan minta untuk tes HIV/AIDS. Kebanyakan alat tes HIV/AIDS mendeteksi antibodi sebagai reaksi terhadap serangan HIV.

Namun, tubuh perlu waktu untuk memproduksi antibodi ini. Bisa saja HIV sudah berada dalam tubuh namun antibodi belum diproduksi sehingga keberadaan HIV tidak terdeteksi.

Pengobatan & Perawatan Pasien Positif HIV/AIDS

Herbal HIV Aids
Pengobatan pasien HIV/AIDS.

JIka Anda atau kerabat positif mengidap HIV/AIDS, pengobatan tahap awal yang disarankan adalah pengobatan medis dengan mengonsumsi obat HIV sesuai dengan resep dokter.

Beberapa obat HIV/AIDS bekerja dengan cara memperlambat perkembangan virus dalam tubuh. 

Obat ini dikenal nama antiretroviral (ARV) yang bekerja dengan menekan jumlah virus dalam darah. Konsumsi obat ini secara teratur di masa awal infeksi HIV dapat mengurangi beban virus (viral load) hingga ke titik terendah.

Ketika beban virus sangat rendah hingga tak terdeteksi, pasien positif HIV/AIDS tetap bisa hidup sehat. 

Selama beban virus tak terdeteksi oleh alat tes, pasien HIV/AIDS tidak berisiko menularkan HIV kepada orang lain melalui hubungan seksual, menurut website resmi pemerintah Amerika Serikat tentang HIV/AIDS.

Selain pengobatan medis dengan ARV, pasien HIV/AIDS bisa mengonsumsi herbal atau suplemen standar farmasi untuk meningkatkan kesehatan tubuh semaksimal mungkin.

Nutrasetikal sebagai Herbal Alternatif untuk HIV/AIDS

Herbal Nutrasetikal untuk HIV AIDS
Herbal nutrasetikal untuk HIV AIDS.

Nutrasetikal adalah istilah yang berasal dari kata “nutrisi” dan “farmasetikal”. 

Diambil dari bahasa Inggris nutraceuticals, pengobatan herbal ini fokus pada penggunaan bahan makanan bernutrisi tinggi untuk perawatan kesehatan.

Produk herbal dan atau suplemen nutrasetikal standar farmasi dapat digunakan sebagai pendamping terapi HIV. 

Tujuan konsumsi suplemen kesehatan dan herbal nutrasetikal adalah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian. 

Bagi pasien HIV/AIDS, suplemen memegang peranan penting dalam pengobatan dan terapi.

Sebab, pasien HIV berisiko mengalami defisiensi nutrisi penting yang dapat mempercepat infeksi virus dalam darah.

Memastikan bahwa pasien HIV mendapatkan nutrisi penting dan lengkap dapat mendorong kemajuan proses terapi dan pengobatan HIV.

Namun, penggunaan suplemen apa pun yang ditujukan untuk pasien HIV harus dikonsumsi dalam pengawasan dokter.

Menurut artikel ini, dokter menyarankan bahwa pasien HIV/AIDS sebaiknya mendapatkan nutrisi tubuh dari makanan sehat yang dikonsumsi, bukan suplemen.

Namun, dokter juga mengakui bahwa HIV/AIDS dapat membuat nafsu makan menurun. Bahkan, dalam beberapa kasus HIV, pasien mengalami gejala masalah pencernaan.

Akibatnya, pasien mengalami diare dan muntah-muntah, di mana keduanya adalah gejala HIV dan efek samping pengobatan HIV.

Jika tidak segera ditangani, tubuh pasien tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik.

Di samping itu, gaya hidup serba cepat bisa memperburuk kondisi pasien HIV. Yaitu ketika pendamping pasien tengah sibuk dan tidak bisa menyiapkan makanan sehat, maka solusinya adalah makanan cepat saji.

Oleh sebab itu, konsumsi suplemen herbal nutrasetikal standar farmasi diharapkan mampu menjadi solusi untuk penderita HIV/AIDS untuk pemenuhan nutrisi yang diperlukan.

Ketika nutrisi tubuh pasien terpenuhi dan lengkap berkat konsumsi nutrasetikal, proses terapi pun bisa lebih mudah dijalani.

8 Suplemen Herbal HIV/AIDS untuk Membantu Terapi

Obat Herbal Nutrasetikal untuk Pasien HIV AIDS
Obat nerbal nutrasetikal untuk pengobatan pasien HIV AIDS.

Suplemen kesehatan terbukti bermanfaat bagi orang yang mengalami masalah sistem pencernaan karena malabsorbsi, masalah gastrointestinal lainnya, atau kurangnya nafsu makan.

Diskusikan dengan dokter sebelum Anda memilih suplemen atau obat herbal untuk mendukung proses terapi pasien HIV/AIDS.

Pasalnya, konsumsi suplemen tertentu dapat menimbulkan efek samping dan interaksi antarobat yang bisa menurunkan efektivitas obat medis.

Berikut ini adalah 8 kandungan suplemen herbal yang bisa membantu proses terapi HIV:

#1. Vitamin B Kompleks

Vitamin ini terdiri dari 8 vitamin yang bekerjasama untuk melawan bakteri. Mengonsumsi vitamin B kompleks secara teratur dapat meningkatkan sistem imun dan meningkatkan kadar energi dalam tubuh.

Keduanya adalah kunci penting untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Vitamin B kompleks mendorong daya tahan tubuh dan meningkatkan sistem saraf.

Vitamin B kompleks tidak dapat disimpan dalam tubuh. Oleh sebab itu, pastikan pasien HIV mengonsumsi vitamin B kompleks setiap hari sesuai dosis harian yang disarankan.

Makanan sumber vitamin B kompleks antara lain:

  • Ikan salmon
  • Daging sapi
  • Telur
  • Hati sapi
  • Tiram dan kerang
  • Daging ayam

#2. Vitamin C

Vitamin C adalah sumber antioksidan untuk mendorong sistem imun dan mengurangi intensitas gejala penyakit yang disebabkan oleh bakteri maupun virus.

Seperti vitamin B kompleks, vitamin C tidak dapat disimpan dalam tubuh. Konsumsi vitamin C sesuai dengan dosis yang disarankan.

Makanan sumber vitamin C tinggi antara lain:

  • Jambu biji
  • Jeruk
  • Lemon
  • Cabai hijau atau merah
  • Pepaya
  • Kesemek

#3. Vitamin D

Vitamin D memiliki peranan penting bagi kesehatan tubuh. Namun, vitamin D memegang kunci utama untuk meningkatkan imunitas tubuh dan mengurangi gejala flu.

Vitamin D membantu meregulasi sistem imun yang berarti tubuh Anda lebih tahan terhadap bakteri dan virus.

Di samping itu, vitamin D meningkatkan kesehatan sel tubuh secara keseluruhan.

Anda bisa mendapatkan vitamin D dari sinar matahari dan makanan seperti:

  • Ikan sarden
  • Ikan patin
  • Seafood (seperti udang, tiram, kerang)
  • Jamur
  • Kuning telur
  • Susu kedelai

#4. Selenium dan Zinc

Selenium (Se) dan Zinc (Zn) adalah nutrisi penting bagi pasien HIV/AIDS. 

Penelitian menunjukkan bahwa selenium dan zinc bekerja sebagai zat antioksidan yang memegang peranan dalam perkembangan penyakit HIV-1.

Menurut penelitian tersebut, kekurangan selenium dan zinc berkaitan erat dengan tingkat kematian pasien HIV/AIDS.

Ujicoba laboratorium menunjukkan bahwa selenium mampu menghambat pertumbuhan HIV karena efek antioksidan dari senyawa glutathione peroxidase dan selenoprotein lainnya.

Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa penyakit HIV semakin berkembang pada pasien dengan kadar selenium rendah.

Anda bisa memperoleh selenium dan zinc dari:

  • Seafood (udang, tiram, halibut, ikan sarden, ikan tuna, kepiting)
  • Daging sapi
  • Roti gandum
  • Ayam
  • Keju
  • Telur

#5. Asam Lemak Omega-3

Asam lemak omega-3 termasuk dalam suplemen herbal yang memiliki manfaat kesehatan bagi pasien HIV. 

Efektivitas omega-3 meningkat seiring dengan konsumsi jangka panjang, menurut peneliti.

Penelitian tahun 2016. menunjukkan bahwa konsumsi suplemen asam lemak omega-3 mampu menurunkan kadar trigliserida dan inflamasi pada orang dengan HIV/AIDS. Asam lemak omega-3 bekerja dengan cara menekan pertumbuhan beban viral (viral load).

Berikut ini adalah makanan tinggi omega-3 yang baik untuk pasien HIV/AIDS:

  • Seafood (ikan makarel, ikan salmon, ikan teri, tiram, sarden, kaviar)
  • Biji rami atau flaxseed
  • Biji chia atau chiaseed
  • Kacang kedelai
  • Kacang kenari

#6. Dehydroepiandrosterone (DHEA)

Suplemen herbal yang mengandung DHEA mampu meningkatkan kualitas hidup pasien HIV/AIDS. Namun, konsumsi suplemen DHEA tidak memiliki efek terhadap infeksi virus, sistem kekebalan tubuh, hormon, maupun komposisi tubuh menurut uji klinis.

ODHA mungkin saja mengonsumsi DHEA untuk meningkatkan energi tubuh. Penelitian mengungkapkan bahwa konsumsi DHEA meningkatkan kadar IL-2, yaitu zat kimia yang mampu meningkatkan produksi sel CD4.

Sel CD4 adalah bagian sel darah putih yang hancur akibat infeksi HIV. Jumlah CD4 normal ada dalam rentang 500-1400 sel per milimeter kubik darah.

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa DHEA dapat mengurangi depresi pada pasien HIV.

Tidak ada makanan yang mengandung DHEA. Umbi liar mengandung substansi yang mirip dengan DHEA dan menjadi bahan dasar pembuatan DHEA secara klinis di laboratorium.

Tubuh memproduksi hormon DHEA secara alami. Suplemen DHEA sendiri digunakan untuk mengatasi depresi.

#7. Probiotik

Penelitian tahun 2018 menyatakan bahwa suplemen probiotik (lactobacillus) mampu mengurangi inflamasi pencernaan yang diakibatkan oleh infeksi HIV.

Hasilnya, probiotik mampu meningkatkan imunitas tubuh dengan memperbaiki membran mukosa pencernaan, meningkatkan produksi mucin, dan meregulasi pencernaan.

Anda bisa memperoleh probiotik dengan mengonsumsi:

  • Yogurt
  • Kefir
  • Tempe
  • Kimchi
  • Acar
  • Keju jenis tertentu seperti gouda, mozzarella, cheddar, dan keju cottage.

#8. Coenzyme Q10

Coenzyme Q10 atau CoQ10 bermanfaat untuk pasien HIV. CoQ10 bekerja sebagai intrasel antioksidan pada permukaan mitokondria. 

Secara teori, peneliti beranggapan bahwa CoQ10 bermanfaat untuk merawat pasien dengan HIV karena mencegah oksidasi akibat stress.

Pasien HIV bisa mengonsumsi makanan di bawah ini untuk memperoleh Coenzyme Q10:

  • Hati sapi atau ayam
  • Jantung ayam
  • Ikan sarden dan ikan makarel
  • Bayam, kembang kol, brokoli
  • Jeruk, stroberi,
  • Kacang kedelai.

Suplemen Herbal Lain untuk HIV/AIDS

Suplemen Herbal untuk HIV AIDS
Suplemen herbal untuk HIV/AIDS.

Selama pasien HIV/AIDS mengonsumsi makanan bergizi tinggi, menerapkan pola makan teratur, dan mengadopsi gaya hidup sehat, umumnya penderita bisa hidup sehat.

Sayangnya, tidak semua penderita bersedia makan makanan tersebut. Selain proses menyiapkan makanan sehat memerlukan waktu dan tenaga, kebanyakan penderita memilih untuk mengonsumsi makanan fast food.

Ini menyebabkan pasien kekurangan nutrisi dan memperlambat proses terapi HIV/AIDS.

Oleh sebab itu, jalan tengah yang bisa diambil adalah dengan mengonsumsi suplemen dan obat herbal.

Di antara sekian banyak produk herbal untuk HIV/AIDS, Anda harus memilih produk dengan kandungan teruji klinis agar daya tahan tubuh pasien meningkat.

Ada beberapa produk nutrasetikal herbal standar farmasi yang bisa membantu sistem imun penderita HIV, yaitu herbal dengan kandungan ekstrak kulit manggis, goji berry, dan acai berry.

Berikut ini adalah manfaat masing-masing herbal tersebut untuk penderita HIV/AIDS:

#1. Ekstrak Kulit Manggis

Ekstrak kulit manggis mengandung antioksidan xanthone yang baik untuk melawan bakteri dan jamur serta mengatasi inflamasi.

Kandungan xanthone dan vitamin C yang terdapat pada kulit manggis mampu mengatasi peradangan yang disebabkan oleh penyakit autoimun dan radang sendi.

Selain itu, xanthone juga mampu menghambat perkembangan dan penyebaran sel kanker.

Studi menyebutkan bahwa suplemen yang mengandung ekstrak kulit manggis dapat menurunkan gejala peradangan dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Ini berkat kandungan antioksidan dan vitamin C dalam ekstrak kulit manggis.

#2. Goji Berry

Goji berry mengandung antioksidan sehat untuk meningkatkan sistem imun tubuh, melawan radikal bebas, dan mengatasi inflamasi.

Goji berry mengandung vitamin A dan vitamin C tinggi yang penting untuk membangun imunitas dan mencegah penyakit seperti flu hingga kanker.

Penelitian menyebutkan bahwa goji berry dapat mengurangi tingkat depresi, meningkatkan energi, perbaikan suasana hati, dan kesehatan pencernaan.

#3. Acai Berry

Acari berry adalah makanan padat nutrisi yang mengandung antosianin dan memberi efek antioksidan dalam tubuh dan menetralisir radikal bebas.

Radikal bebas yang tidak dinetralisir oleh antioksidan dapat menyebabkan kerusakan sel dan menimbulkan penyakit seperti diabetes, kanker, dan penyakit jantung.

Magozai, Suplemen Herbal Nutrasetikal untuk HIV/AIDS

Nutrasetika Pack 02+75 ribu dapat 2 Magozai 750 ml (1)
Magozai

Magozai adalah suplemen herbal standar farmasi berbentuk cairan kental yang diproduksi oleh Soho Global Health dan dipasarkan oleh UniHealth sebagai perusahaan distributor resminya dan bermitra dengan Tokokun. 

Suplemen ini terbuat dari kombinasi 3 bahan di atas yang baik untuk meningkatkan imun tubuh, menetralisir radikal bebas, mencegah kanker, dan meningkatkan suasana hati.

Terbuat dari bahan alami ekstrak kulit manggis, goji berry, dan acai berry, Magozai diformulasikan khusus sebagai suplemen antioksidan tinggi.

Magozai telah diuji secara klinis oleh Brunswick Laboratories USA, yaitu laboratorium internasional dalam kategori pengujian kadar antioksidan.

Konsumsi antioksidan tinggi pada pasien HIV/AIDS dapat memperlambat pertumbuhan virus dan mengurangi inflamasi tubuh sehingga mengurangi rasa sakit.

Kurangnya rasa sakit yang dialami pasien dapat meningkatkan suasana hati sehingga pasien lebih semangat untuk menjalani terapi.

Konsumsi suplemen herbal untuk pasien HIV/AIDS diharapkan dapat mendukung program terapi medis yang dijalani dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Jika Anda tertarik mengonsumsi Magozai yang memiliki kadar antioksidan tinggi, kunjungi laman produk di sini.

Categories
Artikel Produk Obat Herbal Diabetes

25+ Herbal Diabetes Melitus untuk Pencegahan & Pengobatan

 

Tokokun.com – Diabetes adalah kondisi permanen yang memengaruhi kadar gula darah dan insulin dalam tubuh. Pengobatan yang disarankan adalah injeksi insulin, terapi, dan suplemen herbal diabetes melitus.

Diabetes termasuk dalam kategori penyakit kronis di mana pankreas tidak lagi bisa memproduksi insulin, atau ketika tubuh tidak bisa memproses insulin yang diproduksi.

Categories
Artikel Herbal Jantung Bengkak Nutrasetikal

Herbal Jantung Bengkak: 9 Makanan Nutrasetikal Obat

 

Tokokun.com – Obat herbal jantung bengkak nutrasetikal herbal standar farmasi terdiri dari kandungan buah dan sayur yang terkonsentrasi dalam dosis tinggi serta diformulasikan khusus untuk mengobati kardiomegali atau jantung bengkak.

Jantung bengkak atau kardiomegali adalah masalah kesehatan di mana jantung Anda membesar lebih dari ukuran normal.

Kondisi ini terjadi karena otot jantung bekerja terlalu keras hingga ukurannya menebal, atau ruang di dalam jantung membesar.