Categories
Artikel

Ketahui Proses Pencernaan pada Tubuh Manusia Sebuah Ilmu Pengetahuan Tentang Kesehatan

 

Tokokun.com – Semua makhluk hidup membutuhkan makanan untuk melakukan aktivitas hidupnya. Bagi manusia, makanan adalah bahan bakar untuk otot. Selain itu, makanan juga bermanfaat sebagai bahan baku untuk pertumbuhan dan berbagai proses di dalam tubuh.

Makanan yang masuk ke dalam tubuh manusia akan diubah menjadi bentuk yang lebih sederhana agar bisa diserap oleh sel-sel tubuh melalui proses pencernaan.

Zat makanan yang mengalami proses pencernaan di dalam tubuh adalah karbohidrat, protein, dan lemak. Sementara unsur-unsur mineral, vitamin, dan air tidak mengalami proses pencernaan.

Pada umumnya, ada dua macam proses pencernaan. Untuk lebih jelas, berikut pembahasannya.

Pencernaan pada Tubuh Manusia Meliputi Pencernaan secara Mekanis dan Pencernaan secara Kimiawi

Dikutip dari Biologi Sains dalam Kehidupan oleh Bagod Sudjadi dan Siti Laila, proses pencernaan pada tubuh manusia meliputi pencernaan secara mekanis dan kimiawi.

Pencernaan secara mekanis merupakan proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk kecil atau halus. Proses pencernaan ini melibatkan beberapa gerakan otot, seperti gerakan mengunyah dan gerak peristalsis.

Pada manusia dan mamalia umumnya, proses pencernaan mekanis dilakukan dengan menggunakan gigi.

Sementara, pencernaan secara kimiawi merupakan proses pemecahan bahan makanan dengan bantuan enzim-enzim pencernaan yang berasal dari kelenjar pencernaan.

Kelenjar pencernaan manusia terdiri dari kelenjar air liur, kelenjar getah lambung, hati, dan pankreas. Sementara enzim adalah zat kimia yang dihasilkan dari tubuh yang berfungsi mempercepat reaksi-reaksi kimia dalam tubuh.

Pada saat manusia mengunyah makanan, kelenjar ludah (air liur) yang mengandung enzim pencernaan mengalami reaksi dengan makanan tersebut sehingga proses pencernaan kimiawi pun terjadi.

Alat-Alat Pencernaan Manusia

Proses pencernaan makanan pada manusia, baik secara mekanis maupun kimiawi, melibatkan alat-alat pencernaan. Alat-alat pencernaan pada manusia terdiri atas kelenjar pencernaan dan saluran pencernaan.

Kelenjar pencernaan dapat berupa kelenjar ludah, kelenjar lambung, kelenjar empedu, dan kelenjar pankreas. Sementara itu, saluran pencernaan memiliki panjang kurang lebih 9 meter, mulai dari mulut hingga anus.

Dikutip dari IPA Terpadu SMP dan MTs Jilid 2A oleh Mikrajuddin Abdullah dkk., berikut penjelasan proses pencernaan yang terjadi di dalam saluran pencernaan makanan.

1. Mulut

Proses pencernaan dimulai sejak makanan masuk ke dalam mulut. Di dalam mulut terdapat alat-alat yang membantu dalam proses pencernaan, yaitu gigi, lidah, dan kelenjar ludah. Dalam mulut, makanan mengalami pencernaan secara mekanis oleh gigi dan kimiawi oleh enzim amilase.

Gigi berfungsi untuk menghancurkan makanan menjadi ukuran yang lebih halus sehingga memudahkan enzim amilase bekerja. Enzim amilase akan menguraikan kandungan pati atau amilum dalam makanan tersebut menjadi gula sederhana yang dapat diserap tubuh.

Pada proses ini, lidah dalam mulut berperan untuk membantu mengaduk makanan sehingga bisa bercampur dengan enzim amilase.

2. Tenggorokan dan Kerongkongan

Tenggorokan (faring) merupakan saluran tempat bermuaranya udara dari rongga hidung dan makanan dari rongga mulut. Saluran ini menjadi penghubung antara rongga mulut ke kerongkongan (esofagus).

Kerongkongan berfungsi sebagai jalan bagi makanan yang telah dikunyah dari mulut menuju lambung. Jadi, makanan yang ditelan dari mulut masuk melalui tenggorokan dan diteruskan ke kerongkongan.

Pada dinding otot kerongkongan terjadi gerakan peristalsis, yaitu gerakan meremas-remas yang mendorong makanan masuk ke dalam lambung.

3. Lambung

Dalam lambung, makanan kembali dicerna baik secara mekanis melalui aktivitas otot berupa gerak peristalsis, dan secara kimiawi yang dilakukan melalui bantuan kelenjar lambung.

Kelenjar lambung terdapat pada dinding lambung yang dapat menghasilkan getah lambung. Getah lambung umumnya mengandung asam klorida (HCI) dan enzim (pepsin dan renin).

4. Usus Halus

Usus halus merupakan tempat penyerapan sari makanan dan tempat terjadinya proses pencernaan yang paling panjang. Usus halus memiliki lipatan-lipatan yang pada permukaannya terdapat banyak jonjot usus. Usus halus terdiri dari tiga bagian sebagai berikut.

  • Usus Dua Belas Jari

Usus dua belas jari atau duodenum merupakan bagian usus halus yang berhubungan dengan lambung. Usus dua belas jari bermuara pada dua saluran, yaitu saluran empedu dan saluran pankreas.

Saluran Empedu, yakni berasal dari hati dan berfungsi sebagai penyalur cairan empedu. Di dalam cairan empedu terdapat garam empedu, kolestrol, dan bilirubin.

Saluran Pankreas, yakni berisi cairan pankreas ang digetahkan oleh kelenjar pankreas. Cairan pankreas mengandung enzim-enzim pemecah karbohidrat, protein, dan lemak.

Usus Kosong

Usus kosong atau jejenum merupakan bagian usus halus yang berfungsi sebagai tempat penyelesaian dari semua proses pencernaan makanan.
Proses yang belum selesai di usus dua belas jari akan dicerna lagi menjadi bentuk yang lebih sederhana sehingga menghasilkan glukosa, asam amino, serta asam lemak dan gliserol.

Usus Penyerapan

Usus penyerapan atau ileum merupakan bagian usus halus yang berfungsi sebagai tempat penyerapan zat-zat makanan.

5. Usus Besar

Usus besar merupakan saluran pencernaan yang terhubung dengan usus halus. Sisa makanan yang tidak bisa dicerna dan diserap tubuh akan diteruskan ke usus besar.

Usus besar berfungsi untuk membusukkan sisa makanan menjadi bentuk feses dengan bantuan bakteri Escherichia coli. Selain berfungsi dalam pembusukan sisa makanan, bakteri ini juga berguna dalam pembentukan vitamin K dan B kompleks yang diperlukan tubuh.

Selain itu, di dalam usus besar juga terjadi proses pengaturan kadar air dalam pembentukan feses. Selanjutnya melalui gerakan peristalsis, feses didorong masuk ke dalam rektum. Rektum berfungsi sebagai tempat penampungan sementara sebelum feses dikeluarkan melalui anus.***

Sumber: kumparan.com/kabar harian

Dapatkan juga produk kesehatan pencernaan di TOKOPEDIA 

Categories
Artikel

Pentingnya Kesehatan Sistem Pencernaan Bagi Sistem Kekebalan Tubuh

Tokokun.com – Apakah Anda tahu? Kesehatan saluran pencernaan erat kaitannya dengan sistem kekebalan tubuh, lho. Jika sistem pencernaan tetap sehat, sistem kekebalan tubuh akan menjadi lebih kuat, begitu juga sebaliknya.

Menjaga kesehatan saluran pencernaan merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Pasalnya, pencernaan yang sehat dapat menjauhkan Anda dari berbagai penyakit, mulai dari GERD, sakit maag, hepatitis, batu empedu, sindrom iritasi usus besar, penyakit celiac, wasir, hingga kanker.

Selain mencegah penyakit pencernaan, sistem pencernaan yang sehat juga diketahui dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah berbagai masalah kesehatan lainnya.

Kaitan antara kesehatan pencernaan dan sistem kekebalan tubuh

Saluran pencernaan yang sehat adalah cerminan dari sistem kekebalan tubuh yang baik. Mengapa demikian? Karena hampir 70% komponen sistem imun terdapat di jaringan usus.

Selain itu, di dalam usus, hidup bakteri baik atau probiotik yang berfungsi melindungi dan menjaga kesehatan sistem pencernaan. Bakteri ini juga diketahui mengaktifkan sistem kekebalan tubuh melalui beberapa mekanisme.

Selain itu, jika saluran pencernaan sehat maka penyerapan nutrisi akan maksimal, sehingga bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mendukung kerja sistem imun juga terpenuhi dan sistem imun menjadi lebih kuat.

Nah, jika saluran cerna bermasalah dan jumlah bakteri baik berkurang, maka penyerapan nutrisi akan terganggu. Demikian juga kerja berbagai komponen sistem imun di usus. Hal ini tentu saja dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.

Cara menjaga kesehatan pencernaan untuk meningkatkan daya tahan tubuh

Karena memiliki peran yang begitu penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh, kesehatan pencernaan tidak boleh diabaikan, ya. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk memiliki sistem pencernaan yang sehat adalah dengan menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus.

Agar jumlahnya tetap terjaga, bakteri baik di usus perlu diberikan asupan makanan yang disebut prebiotik. Prebiotik dapat diperoleh dari buah dan sayuran yang tinggi serat, seperti apel, pisang, atau asparagus. Selain itu, prebiotik juga bisa didapatkan dari bawang putih, bawang merah, oat, biji rami, biji kakao, dan rumput laut.

Selain mengonsumsi makanan yang mengandung prebiotik, Anda juga bisa minum minuman probiotik untuk menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Saat ini sudah banyak minuman kemasan berbahan dasar susu fermentasi dengan kandungan probiotik.

Salah satunya adalah minuman probiotik yang mengandung bakteri baik Lactobacillus casei Shirota strain (LcS) yang hidup di dalamnya. Penelitian telah menunjukkan bahwa LcS dapat mendukung kerja sistem kekebalan tubuh dengan meningkatkan aktivitas sel pembunuh alami (NK). Sel-sel tersebut merupakan sel imun yang berperan dalam melawan virus dan sel tumor.

Pada penelitian ini ditemukan aktivitas sel NK yang meningkat sejak 1 minggu setelah mengonsumsi minuman probiotik yang mengandung LcS. Menariknya, peningkatan aktivitas sel NK tetap terjadi meski konsumsi dihentikan selama 3 minggu.

Pilih minuman probiotik yang mengandung bakteri baik dalam jumlah tinggi agar efektif menjaga kesehatan saluran pencernaan, bahkan mencegah berbagai masalah pencernaan, seperti diare. Dan, konsumsilah minuman probiotik setiap hari untuk mendapatkan manfaat yang optimal.

Jika Anda memiliki alergi susu, jangan khawatir. Minuman probiotik yang mengandung strain L. casei Shirota ini telah mengalami proses pemanasan dan fermentasi sehingga lebih mudah dicerna oleh tubuh dan terbukti aman dikonsumsi oleh penderita alergi susu.

Alergi susu pada dasarnya adalah reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh terhadap protein susu. Nah, selain meningkatkan aktivitas sel NK, bakteri baik di usus juga bisa menghasilkan senyawa yang bisa menekan reaksi sistem imun yang berlebihan ini. Padahal, senyawa yang dihasilkan bakteri baik ini juga berlaku untuk pemicu alergi lainnya, tidak hanya susu.

Untuk mendapatkan saluran pencernaan yang sehat dan daya tahan tubuh yang kuat, yuk coba terapkan tips di atas. Jangan lupa untuk selalu makan makanan sehat lainnya, perbanyak minum air putih, olahraga teratur, tidur cukup, kelola stres dengan baik, hindari junk food, dan berhenti merokok atau minum minuman beralkohol.

Jika Anda memiliki masalah dengan sistem pencernaan Anda, seperti diare, sembelit, atau sakit perut, Anda harus memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan memberikan pengobatan dan rekomendasi yang tepat untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan, sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. ***

Penulis: alodokter/dr. Meva Nareza
Editor: Kun